Pengakuan WHO Headquarter untuk EMT Muhammadiyah diresmikan pada 7th EMT Global Meeting di Ethiopia

Pengakuan WHO Headquarter untuk EMT Muhammadiyah diresmikan pada 7th EMT Global Meeting di Ethiopia

Addis Ababa, Ethiopia – Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah menerima sertifikat Recognition of Classification dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangkaian kegiatan 7th EMT Global Meeting yang diselenggarakan di Addis Ababa, Ethiopia. Pengakuan tersebut menempatkan EMT Muhammadiyah sebagai EMT ke-63 di dunia yang telah terverifikasi memenuhi standar internasional WHO.

Sertifikat tersebut merupakan sertifikat resmi yang diterima setelah sebelumnya di bulan Oktober tahun lalu EMT Muhammadiyah mendapat sertifikat yang dikeluarkan oleh tim verifikasi WHO Regional West Pasific dan menjadi pengakuan resmi WHO atas kesesuaian EMT Muhammadiyah dengan prinsip, standar inti, dan standar teknis internasional yang ditetapkan WHO. Penerimaan sertifikat ini sekaligus menjadi capaian penting bagi Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusi pelayanan kesehatan kemanusiaan di tingkat nasional maupun internasional.

7th EMT Global Meeting merupakan pertemuan yang mempertemukan organisasi EMT nasional dan internasional, negara anggota WHO, mitra, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesiapsiagaan dan respons darurat kesehatan. Forum ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik baik, penguatan kolaborasi, serta pengembangan koordinasi dan kapasitas EMT dalam mendukung pencapaian strategi EMT 2030.

Pertemuan di Addis Ababa ini juga menjadi pertemuan global EMT pertama yang diselenggarakan di kawasan Afrika WHO. Momentum tersebut dimanfaatkan komunitas EMT global untuk merefleksikan capaian, berbagi pembelajaran, dan mempercepat pelaksanaan strategi EMT 2030.

Ketua Bidang EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pengakuan yang diberikan WHO. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan amanah untuk terus menghadirkan pelayanan medis kemanusiaan yang bermutu, aman, terkoordinasi, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat terdampak krisis.

“Saya bersyukur dan bangga atas diterimanya sertifikat Recognition of Classification dari WHO yang menempatkan EMT Muhammadiyah sebagai EMT ke-63 di dunia yang terverifikasi memenuhi standar internasional. Bagi saya, pengakuan ini merupakan amanah untuk terus menghadirkan pelayanan medis kemanusiaan yang bermutu, aman, terkoordinasi, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat terdampak krisis,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa apresiasi Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, terhadap kesesuaian EMT Muhammadiyah dengan prinsip, standar inti, dan standar teknis internasional menjadi penyemangat untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Pencapaian ini merupakan hasil kerja panjang dan kontribusi berbagai pihak, mulai dari relawan, tenaga kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, pimpinan Persyarikatan, hingga mitra nasional dan internasional.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, MDMC juga mendapat kesempatan untuk membagikan dua praktik baik kepada komunitas EMT global. Pertama, perjalanan kolaborasi EMT Muhammadiyah dengan EMT ISAR Germany selama periode 2020–2025. Kedua, pengembangan kurikulum pelatihan EMT berstandar internasional yang telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kesempatan berbagi praktik baik tersebut menjadi ruang bagi Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan dan pembelajaran bersama komunitas EMT global. Pengalaman yang telah dikembangkan Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi referensi dalam penguatan kapasitas EMT, baik di tingkat internasional maupun nasional.

Dr. Corona Rintawan memandang pengakuan WHO ini sebagai langkah penting dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai organisasi nonpemerintah yang berkontribusi dalam kerja-kerja kemanusiaan dunia. “Ukuran keberhasilan kami pada akhirnya adalah keselamatan, martabat, dan kebutuhan masyarakat yang kami layani,” tutupnya.

EMT Muhammadiyah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan standar internasional yang telah dicapai dapat diterapkan dalam pelayanan di lapangan.(*)

Aulia Taarufi
Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

X