MDMC Gelar Bimtek Regional Sumatra di UM Bengkulu, Perkuat Peran Amal Usaha dalam Pengurangan Risiko Bencana

Bengkulu, 22 November 2025 – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) dan Pengurangan Risiko Bencana berbasis Satuan Pendidikan di Bengkulu untuk wilayah Sumatra. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah ini terselenggara melalui kolaborasi MDMC dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu dan diikuti perwakilan MDMC wilayah se-Sumatra.

Dalam sambutan pembukaan di kampus UM Bengkulu, Rektor Susianto menyampaikan penghargaan atas kehadiran pimpinan pusat dan wilayah Muhammadiyah serta peserta Bimtek. Ia menegaskan bahwa kampus memiliki ikatan historis kuat dengan persyarikatan dan berbagai persoalan yang pernah dihadapi kampus dapat diselesaikan berkat dukungan penuh Muhammadiyah. Kegiatan Bimtek ini, yang dirangkai dengan agenda Milad seperti jalan sehat dan akan berlangsung hingga Rabu, diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UM Bengkulu sebagai bagian dari pusat kegiatan Muhammadiyah di kawasan ini.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, Hamidi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Bimtek regional Sumatra sekaligus peringatan Milad Muhammadiyah di UM Bengkulu. Ia menilai pelatihan ini sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Muhammadiyah yang siap terlibat dalam penanggulangan bencana di masa mendatang. Kehadiran pimpinan pusat dan MDMC, menurutnya, menjadi energi tambahan bagi warga persyarikatan di Bengkulu untuk terus menguatkan komitmen dakwah dan layanan kemanusiaan.

Ketua MDMC, Budi Setiawan, dalam amanahnya mengingatkan bahwa apresiasi dan pujian yang diterima Muhammadiyah pada momentum Milad tidak boleh membuat warga persyarikatan lalai. Ia menyinggung kembali jejak sejarah ketika KH Ahmad Dahlan menghadirkan gerakan yang langsung dirasakan masyarakat dan pernah hadir dalam Tanwir di gedung yang sama. MDMC, lanjutnya, dibentuk untuk memastikan kesiapan, mitigasi, dan peningkatan kapasitas dalam pengurangan risiko bencana. Saat ini, berbagai tim MDMC di Jawa tengah terlibat dalam respon darurat mulai dari erupsi gunung api hingga tanah longsor sebagai bagian dari ikhtiar menyejahterakan bangsa.

Budi menekankan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga keselamatan dan ketangguhan warga terhadap ancaman bencana. Ilmu pengetahuan dan teknologi, menurutnya, harus menjadi bagian integral dalam upaya pengurangan risiko bencana. Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta dari berbagai wilayah Sumatra dan mengajak untuk mengikuti rangkaian Bimtek secara tuntas sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kelembagaan.

Dalam amanahnya, Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menempatkan kegiatan Bimtek ini dalam konteks dakwah Islam berkemajuan. Ia mengingatkan bahwa ajaran Islam yang luhur seharusnya tercermin dalam kehidupan umat yang maju dan cerah, namun kenyataannya masih banyak pekerjaan rumah di bidang kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan. Muhammadiyah sejak awal hadir untuk membawa kemajuan bagi masyarakat melalui persyarikatan, dan kerja-kerja kemanusiaan seperti yang dilakukan MDMC adalah bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.

Agus juga menyinggung pengakuan internasional terhadap MDMC sebagai Emergency Medical Team (EMT) pertama dari Indonesia yang tersertifikasi WHO. Pengalaman respon kemanusiaan di Turki dan dukungan bagi Palestina menunjukkan bahwa MDMC telah berperan di level global. Ia mendorong agar Bengkulu juga dapat menyiapkan diri menjadi bagian dari jejaring EMT dan memperkuat peran amal usaha Muhammadiyah sebagai pusat keunggulan, termasuk melalui pengembangan fakultas kedokteran dan rumah sakit di UM Bengkulu.

Melalui Bimtek regional Sumatra ini, MDMC berharap kapasitas kelembagaan dan jaringan pengurangan risiko bencana di lingkungan Muhammadiyah semakin kuat, khususnya di level wilayah dan amal usaha. Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini diisi dengan penguatan pemahaman mandat MDMC, kajian risiko bencana, penyusunan program kerja wilayah, hingga pengembangan SPAB berbasis satuan pendidikan. MDMC menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, baik di fase tanggap darurat maupun dalam upaya membangun ketangguhan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

(MDMC/Yuan)

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

X